Sabtu, 04 Mei 2013

Kenangan

Tak ada yang lebih PUITIS selain mata kembali TERBUKA

Lalu KENANGAN berjatuhan dari KELOPAKNYA

KISAH YANG MENGGETARKAN HATI

Mulanya sang Ibu tidak begitu terkejut melihat putranya pergi ke masjid menunaikan shalat jamaah lima kali dalam sehari semalam. Bahkan, tampak seakan ia tidak rela bila buah hatinya yg masih kanak2 melaksanakah smua shalat lima waktu.

Baginya, sang anak masih terlalu hijau untuk melaksanakan shalat.Seolah shalat telah merampas buah hatinya, dan tidak memberinya manfaat.Shalat tlah membuat anaknya penat,dan sungguh tidak menyenangkan.Sh alat hanya menyia- nyiakan waktunya dan tidak membuatnya disiplin.

Namun sungguh menakjubkan, di usianya yg tidak lebih dari sepuluh tahun, si anak dgn polos menjawab kegalauan ibunya. Ia menolak dgn halus keinginan ibunya agar ia tidak perlu bersusah payah untuk shalat,"Ibu,den gan shalat aku merasa bahagia sekali.

Dengan shalat, aku merasa lebih giat, waktuku teratur dgn baik, PR sekolah mampu aku kerjakan semuanya, pelajaran sekolah dapat aku ulangi, dan aku masih punya waktu untuk bermain."

Saat sang ibu merasa tidak mampu lagi untuk membujuk buah hatinya untuk meninggalkan ketekunannya melaksanakan shalat berjamaah yg dianggapnya semua itu terlalu dini bagi anaknya,ia pun mengadukan persoalan buah hatinya itu kepada sang suami. Sang ibu benar-benar merasa bahwa shalat telah menguasai pikiran anaknya.

Sang suami berusaha menghibur istrinya yg cemas dgn mengatakan, "Biarkan saja,itu kan hanya perilaku kanak-kanak . Kalau ia sudah bosan dan putus asa,ia akan kembali pada perilakunya semula."

Hati pun terus bergulir, ucapan sang suami yg menjadi harap sang ibu blm juga muncul tanda2 akan terwujud, sementara sang buah hati, bertambah cintanya pada shalat.

Semakin kuat keteguhannya melakukan shalat dan tidak pernah lagi terbendung tekad bulatnya untuk slalu shalat berjamaah di masjid.

Hingga suatu pagi di hari Jum'at,sang ibu tampak sangat gelisah.
Sudah setengah jam lebih dari shalat shubuh selesai ditunaikan, sang buah hati belum juga beranjak dari kamarnya. Sambil agak terburu-buru ia bergegas menuju kamar sang buah hati,takut dan cemas membayangi hatinya.

Hampir saja sang ibu memasuki pintu kamar buah hatinya yg terbuka saat terdengar lamat2 kata bercampur isak tangis.
Sang buah hati terlaut dalam khusyuknya doa,"Ya Rabb, berilah petunjuk kepada ibuku,berilah petunjuk kepada ayahku,sadarkan lah keduanya agar mau menunaikan shalat dan taat kepada-Mu sehingga keduanya tidak masuk neraka."

Sang ibu tak kuasa membendung deraian air matanya saat mendengar doa sang buah hati.Air matanya terus membasahi kedua pipi,membasuh hati dan melapangkan dadanya.

Ia bergegas menuju kamarnya untuk membangunkan suaminya dan mengajaknya mendengarkan doa buah hatinya.

Keduanya mendapati buah hatinya meneruskan untaian doanya,"Ya Rabb, Engkau telah berjanji akan memperkenankan doa kami.

Aku mohon kepada-Mu wahai Rabb,perkenanka n doaku,dan berilah hidayah kepada ayah dan ibuku. Aku cinta pada mereka, dan mereka pun cinta kepadaku. Ya ALLAH,sayangila h mereka sebagaimana aku sangat menyayangi ayah dan bundaku."
Sang ibu tak kuasa lagi menahan diri.Ia memeluk buah hatinya. Ia bekap buah hatinya erat-erat dalam dadanya.

Sang ayah pun tak kuasa menahan haru. Ia dekap anak dan istrinya seraya berucap kpd buah hatinya,"Anakku sayang, Allah telah memperkenankan doamu."Sejak itu,keduanya senantiasa
melaksanakan shalat lima waktu dan teguh menunaikan perintah2 ALLAH.Keduanya mendapat hidayah melalui perantara buah
hatinya.

Subhanallah,Mah a Suci ALLAH.. Begitu kasih sayang-Nya menaungi seluruh hamba-Nya..Hida yah dan karunia Rabb datang melalui untaian doa sayang putranya yang sholeh..

Semoga Anak-anak kita kelak Menjadi anak yang sholeh/Sholeha seperti kisah diatas...

Aamiiin ya Rabbal'alamin..

Pengorbanan

Kadang pengorbanan itu bagai debu yang mudah terhapus & terbuang
Tak berarti
Saat hal indah menjadi kenangan
Saat semua yang di harapkan berubah jadi lara & air mata...

Semangat

Aku telah belajar tersenyum tuk sembunyikan
Luka dalam hatiku
Aku telah belajar bahagia tuk hilangkan
Setiap kecewa yang kau berikan
Dalam hati ini dalam jiwa ini
Takkan pernah pudar impianku tuk menggapai
Hal indah yang ku nantikan . . .

Hati yang Baik

☆ Milikilah sebuah hati yang tidak pernah membenci.

☆ Sebuah senyuman yang tidak pernah memudar.

☆ Sebuah kejujuran yang tidak pernah berhenti.

☆ Sebuah sentuhan yang tidak pernah menyakiti.

☆ Dan sebuah hati yang mudah memaafkan.

Subhanallah...
Alangkah nikmat dan indahnya jika Kita mempunyai hati yang baik.

Melatih Khusuk dalam Sholat


Bismillahirrahmanirrahim ..

:: MELATIH KHUSYU' DALAM SHALAT

Shalat dengan jiwa yang hadir adalah dambaan bagi setiap mukmin. Bagaimana melatih khusyu' dalam shalat kita :

1. Menghadirkan Keagungan Allah Ta'ala di hati.
Bagaimana kita hendak memperoleh khusyu' , apabila urusan dunia dan segala permasalahannya masih terlintas di hati.

2. Mengingat mati.

Rasulullah shalallahu alaihiwasalam bersabda:

ﺍُﺫْﻛُﺮِ ﺍﻟْﻤَﻮْﺕَ ﻓِﻲ ﺻِﻼَﺗِﻚَ ، ﻓَﺈِﻥَّ ﺍﻟﺮَّﺟُﻞَ ﺇِﺫَﺍ ﺫَﻛَﺮَ ﺍﻟْﻤَﻮْﺕَ ﻓِﻲ ﺻَﻼَﺗِﻪِ ﻟَﺤَﺮِﻱٌّ ﺃَﻥْ ﻳُﺤْﺴِﻦَ ﺻَﻼَﺗَﻪُ

“Ingatlah mati dalam shalatmu, karena bila seseorang mengingat mati dalam shalatnya, maka ia akan berupaya untuk memperbaiki shalatnya.” (Ash Shahihah no. 1421)

Dalam riwayat lainnya; Rasulullah shalallahu alaihiwasalam berkata kepada Ayub Al Anshari :

ﺇِﺫَﺍ ﻗُﻤْﺖَ ﻓِﻲ ﺻَﻼَﺗِﻚَ ﻓَﺼَﻞِّ ﺻَﻼَﺓَ ﻣُﻮَﺩِّﻉٍ

“Jika kamu hendak shalat, maka shalatlah seperti shalatnya orang yang hendak berpisah (meninggalkan dunia).” (HR. Ahmad,)


3. Mendatangi Shalat Dengan Sakinah (Tidak Terburu-Buru).

Rasulullah shalallahu alaihiwasalam bersabda:

ﺇِﺫَﺍ ﺃُﻗِﻴْﻤَﺖِ ﺍﻟﺼَّﻼَﺓُ ﻓَﻼَ ﺗَﺄْﺗُﻮْﻫَﺎ ﺗَﺴْﻌَﻮْﻥَ ﻭَﺃْﺗُﻮْﻫَﺎ ﺗَﻤْﺸُﻮْﻥَ ﻭَﻋَﻠَﻴْﻜُﻢْ ﺑِﺎﻟﺴَّﻜِﻴْﻨَﺔِ ﻓَﻤَﺎﺃَﺩْﺭَﻛْﺖُﻡْ ﻓَﺼَﻠُّﻮﺍ ﻭَﻣَﺎﻓَﺘَﺎﻛُﻢْ ﻓَﺄَﺗِﻤُّﻮﺍ

“Bila telah ditegakkan shalat, maka jangan mendatanginya dengan lari (terburu-buru), namun berjalanlah dengan sakinah (tenang). Apa yang kalian dapati dari shalat (jama’ah) maka shalatlah dan apa yang tertinggal maka sempurnakanlah.” (HR. Muslim)


4. Mengerjakan Shalat dengan Thuma’ninah.

Rasulullah shalallahu alaihiwasalam bersabda:

ﺃَﺳْﻮَﺃُ ﺍﻟﻨَّﺎﺱِ ﺳِﺮْﻗَﺔً ﺍﻟَّﺬِﻱ ﻳَﺴْﺮِﻕُ ﻣِﻦْ ﺻَﻼَﺗِﻪِ ، ﻗَﺎﻝَ ﻳَﺎ ﺭَﺳُﻮْﻝَ ﺍﻟﻠﻪِ : ﻛَﻴْﻒَ ﻳَﺴْﺮِﻕُ ﺻَﻼَﺗَﻪُ ، ﻗَﺎﻝَ : ﻻَ ﻳُﺘِﻢُّ ﺭُﻛُﻮْﻋَﻬَﺎ ﻭَﻻَ ﺳُﺠُﻮْﺩَﻫَﺎ

“Sejelek-jelek manusia adalah pencuri, yang mencuri shalatnya. (Ada seseorang yang berkata): ‘Wahai Rasulullah : ‘Bagaimana ia mencuri shalatnya? Rasulullah bersabda: “Yaitu orang yang tidak menyempurnakan ruku’ dan sujudnya .” (Shahihul Jami’ no. 997)


5. Mengarahkan Pandangannya Ke Tempat Sujud dan Jangan Menoleh.

Aisyah ra berkata:

ﻛَﺎﻥَ ﺇِﺫَﺍ ﺻَﻠَّﻰ ﻃَﺄْﻃَﺄَ ﺭَﺃْﺳَﻪُ ﻭَﺭَﻣَﻰ ﺑِﺒَﺼَﺮِﻩِ ﻧَﺤْﻮَ ﺍﻷَﺭْﺽِ

Apabila Rasulullah shalallahu alaihiwasalam shalat, maka beliau, menundukkan pandangannya ke tanah (tempat sujud).” (Lihat Shifat Shalatin Nabi )

Rasulullah shalallahu alaihiwasalam bersabda:

ﻓَﺈِﺫَﺍ ﺻَﻠَّﻴْﺘُﻢْ ﻓَﻼَﺗَﻠْﺘَﻔِﺖُﻭﺍ ﻓَﺈِﻥَّ ﺍﻟﻠﻪَ ﻳَﻨْﺼِﺐُ ﻭَﺟْﻬَﻪُ ﻟِﻮَﺟْﻪِ ﻋَﺒْﺪِﻩِ ﻣَﺎﻟَﻢْ ﻳَﻠْﺘَﻔِﺖْ

“Jika kalian shalat maka janganlah kalian menoleh, karena sesungguhnya Allah menghadapkan wajah-Nya ke wajah hambanya dalam shalatnya selagi ia tidak menoleh.” (HR. At Tirmidzi dan lainnya)


6. Menghayati Bacaan Al Qur’an, do’a-do’a dan dzikir- dzikir.
Shahabat Hudzaifah berkata:

ﺇِﺫَﺍ ﻣَﺮَّ ﺑِﺂﻳَﺔٍ ﻓِﻴْﻬَﺎ ﺗَﺴْﺒِﻴْﺢٌ ﺳَﺒَّﺢَ ﻭَ ﺇِﺫَﺍ ﻣَﺮَّ ﺑِﺴُﺆَﺍﻝٍ ﺳَﺄَﻝَ ﻭَ ﺇِﺫَﺍ ﻣَﺮَّ ﺑِﺘَﻌَﻮُّﺫٍ ﺗَﻌَﻮَّﺫَ

“Bila Rasulullah melewati ayat yang berkenaan dengan tasbih, maka beliaupun bertasbih. Dan bila melewati ayat yang berhubungan dengan kenikmatan (rahmat), maka beliau pun memohonnya. Serta bila melewati ayat yang berhubungan dengan adzab, maka beliau berlindung darinya.”(HR. Muslim)

Semoga Allah subhana wa Ta'ala senantiasa melimpahkan rahmat Nya bagi kita. Aamiin ya Robbal alamin .


Wallahu a'lam bishawab
—

Patah Hati

Kalau sayang hargai dia...
Kalau benci maafkan dia...

Kalau lamaran diterima jaga hati dia...
Kalau dikhianati do’akan kebaikan untuk dia...

Andai jodoh tak kan kemana...
Sebanyak apapun godaan dan halangan akhirnya akan bersatu jua...

Sesungguhnya mencintai itu mudah, Hanya membutuhkan hati yang SIAP...

Siap TERLUKA jika tak bersatu dalam dermaga bahagia...
Siap BAHAGIA apabila dua hati bertaut dalam ikatan suci...

Sungguh..
Rasa sakit membuatmu lebih kuat...
Rasa takut membuatmu lebih berani dan akhirnya siap...

Patah hati membuatmu lebih bijaksana...
Ambil hikmahnya...